dailyinfo – Menjelang hari raya, topik Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi perhatian penting, tidak hanya bagi karyawan formal tetapi juga bagi pekerja informal seperti pengemudi ojek online (ojol) dan kurir. Tahun 2026, pemerintah dan berbagai platform telah menetapkan pedoman perhitungan THR agar lebih adil dan sesuai dengan penghasilan harian para pekerja ini.
THR menjadi salah satu cara memberikan apresiasi kepada pengemudi yang berperan penting dalam mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Namun banyak yang bertanya: berapa besaran THR yang layak diterima dan bagaimana cara menghitungnya? Artikel ini merangkum pedoman resmi dan contoh perhitungannya secara jelas.
Dasar Perhitungan THR Pengemudi Ojol dan Kurir
THR untuk pengemudi ojol dan kurir dihitung berdasarkan penghasilan rata-rata harian atau pendapatan bulanan, tergantung kebijakan platform atau perusahaan. Konsepnya mirip dengan perhitungan THR karyawan formal, tetapi disesuaikan dengan pola kerja fleksibel dan penghasilan yang fluktuatif.
Rumus umum yang digunakan adalah:
THR = (Pendapatan Rata-rata Harian × Jumlah Hari Kerja Rata-rata dalam Sebulan) × 1 Bulan
Dalam beberapa kasus, platform juga menetapkan THR minimal tertentu untuk memastikan pekerja tetap mendapatkan manfaat meskipun penghasilan mereka sedang turun.
Contoh Perhitungan THR
Misalnya, seorang pengemudi ojol memiliki penghasilan rata-rata Rp 150.000 per hari, dan biasanya bekerja 25 hari dalam sebulan. Maka perhitungannya adalah:
- Hitung pendapatan bulanan rata-rata:
150.000 × 25 = Rp 3.750.000 - THR biasanya setara 1 bulan penghasilan rata-rata:
THR = Rp 3.750.000
Dengan demikian, pengemudi tersebut berhak menerima THR sekitar Rp 3,75 juta sebelum pajak atau potongan lain.
Jika seorang pengemudi bekerja lebih sedikit, misalnya hanya 20 hari dalam sebulan, maka THR dihitung berdasarkan penghasilan rata-rata harian dikalikan jumlah hari kerja sebenarnya. Ini memastikan proporsionalitas dan keadilan bagi semua pekerja.
Perbedaan THR Berdasarkan Status Kerja
Bagi pengemudi dan kurir, status kerja memengaruhi perhitungan THR:
- Pengemudi atau kurir tetap (kontrak bulanan):
THR biasanya setara satu bulan gaji tetap sesuai kontrak. - Pengemudi lepas atau freelance:
THR dihitung berdasarkan penghasilan rata-rata per hari dikalikan jumlah hari kerja selama periode tertentu (biasanya 3 bulan terakhir sebelum hari raya). - Pengemudi baru (<1 bulan kerja):
THR diberikan secara proporsional sesuai jumlah hari kerja yang telah dijalani.
Pendekatan ini memastikan pekerja yang baru bergabung tetap mendapatkan bagian adil dari tunjangan, sementara yang sudah lama bekerja menerima jumlah penuh sesuai standar.
Tips Memaksimalkan THR
Selain menghitung THR, pengemudi dan kurir bisa melakukan beberapa strategi untuk mendapatkan tunjangan yang lebih optimal:
- Catat penghasilan harian: Membantu memastikan penghitungan THR akurat, terutama bagi pengemudi lepas.
- Pahami kebijakan platform: Setiap aplikasi memiliki peraturan berbeda mengenai THR. Beberapa memberikan bonus tambahan berdasarkan rating, jumlah order, atau loyalitas.
- Pastikan profil dan rekening terverifikasi: Agar pembayaran THR lancar tanpa kendala administratif.
Selain itu, penting bagi pengemudi untuk mengetahui bahwa THR merupakan hak pekerja yang harus diterima sebelum hari raya. Pihak platform atau perusahaan biasanya wajib menyalurkan THR paling lambat 7 hari sebelum hari raya agar pekerja bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan Lebaran.
Manfaat THR bagi Pengemudi dan Kurir
THR bukan sekadar uang tambahan, tetapi juga memiliki beberapa manfaat strategis:
- Membantu kebutuhan Lebaran: Seperti belanja kebutuhan pokok, pakaian baru, dan transportasi.
- Meningkatkan motivasi kerja: Dengan adanya THR, pengemudi merasa dihargai dan termotivasi untuk tetap melayani pelanggan.
- Menunjukkan kepedulian perusahaan/platform: Memberikan kepercayaan kepada pekerja bahwa hak mereka diakui dan diperhatikan.
Dengan penerapan THR yang adil, hubungan antara pengemudi atau kurir dengan platform juga menjadi lebih harmonis.
Kesimpulan
Perhitungan THR pengemudi ojol dan kurir 2026 didasarkan pada penghasilan rata-rata harian atau pendapatan bulanan, dengan ketentuan berbeda berdasarkan status kerja. THR setara satu bulan penghasilan rata-rata bagi pengemudi tetap, sementara bagi freelance dihitung proporsional sesuai hari kerja.
Contoh perhitungan sederhana menunjukkan bagaimana seorang pengemudi dengan pendapatan rata-rata Rp 150.000 per hari dan bekerja 25 hari, berhak menerima THR sekitar Rp 3,75 juta. Pendekatan ini memastikan keadilan dan memberikan manfaat maksimal bagi pekerja dalam memenuhi kebutuhan Lebaran.
Dengan memahami rumus dan cara menghitung THR, pengemudi ojol dan kurir dapat memastikan hak mereka terpenuhi, sekaligus merencanakan keuangan dengan lebih baik menjelang hari raya. THR bukan sekadar uang, tapi juga bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasi selama setahun penuh.

