Gusnar Ismail bersama Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau langsung kesiapan lokasi pelaksanaan Pekan Nasional Petani dan Nelayan atau PENAS ke-XVII di GOR David–Tonny, Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto. Peninjauan tersebut dilakukan sekitar 30 hari menjelang pelaksanaan acara nasional yang akan menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Meski cuaca cukup panas, Gusnar dan Idah tetap melihat secara langsung perkembangan pembangunan area Gelar Teknologi yang berada di seberang GOR David–Tonny. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai target sebelum acara dimulai.
Kesiapan Lokasi Sudah Capai 70 Persen
Dalam keterangannya kepada awak media, Gusnar menyebut progres pembangunan lokasi Gelar Teknologi sudah mengalami perkembangan cukup signifikan. Bahkan, menurutnya kesiapan lapangan kini telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.
Selain itu, area persawahan yang disiapkan nantinya akan menjadi pusat kegiatan teknologi pertanian modern selama pelaksanaan PENAS berlangsung. Dengan demikian, peserta dari seluruh Indonesia dapat melihat langsung perkembangan sektor pertanian modern di Gorontalo.
Gelar Teknologi Jadi Daya Tarik Utama
Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkan konsep Gelar Teknologi Pertanian sebagai salah satu daya tarik utama dalam kegiatan PENAS tahun ini. Di lokasi tersebut, berbagai inovasi pertanian modern akan diperkenalkan kepada para petani dan nelayan yang hadir dari berbagai provinsi.
Tidak hanya itu, area tersebut juga akan digunakan untuk demonstrasi teknologi pertanian terbaru yang dinilai mampu meningkatkan hasil produksi dan efisiensi kerja petani. Oleh sebab itu, kegiatan PENAS diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor pertanian nasional.
Areal Persawahan Akan Dijadikan Etalase Modern
Gusnar Ismail juga mengungkapkan harapannya agar kawasan persawahan tersebut tetap dipertahankan setelah kegiatan PENAS selesai dilaksanakan. Bahkan, pemerintah daerah memiliki rencana menjadikan lokasi itu sebagai etalase pertanian modern di Gorontalo.
Menurutnya, masyarakat nantinya dapat datang berkunjung sekaligus belajar mengenai teknologi pertanian modern di lokasi tersebut. Dengan demikian, kawasan itu tidak hanya digunakan untuk acara nasional, tetapi juga menjadi pusat edukasi pertanian berkelanjutan.
Pemerintah Daerah Fokus Persiapan Maksimal
Menjelang pelaksanaan PENAS, pemerintah daerah terus mempercepat berbagai pekerjaan di lokasi utama kegiatan. Mulai dari penataan area, pembangunan fasilitas pendukung, hingga akses jalan menjadi perhatian utama agar seluruh peserta merasa nyaman saat acara berlangsung.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memastikan kegiatan nasional tersebut berjalan lancar. Karena acara ini akan dihadiri belasan ribu peserta dari seluruh Indonesia, kesiapan infrastruktur menjadi hal yang sangat penting.
PENAS Diharapkan Dorong Sektor Pertanian
Pelaksanaan PENAS ke-XVII di Gorontalo diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pertanian dan perekonomian daerah. Kehadiran ribuan peserta diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha kecil dan sektor pariwisata lokal.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi Gorontalo untuk memperlihatkan potensi pertanian modern kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, pemerintah daerah ingin menjadikan PENAS sebagai momentum untuk memperkuat citra Gorontalo sebagai salah satu daerah pertanian unggulan di Indonesia.

Baca Juga Pemko Langsa dan RRI Lhokseumawe Resmi Bermitra
Cek Juga Artikel Dari Platform wikiberita.net
