Pemerintah terus memperkuat respons penanganan bencana di berbagai wilayah Sumatra melalui sinergi lintas sektor. Salah satu langkah nyata terlihat dari kunjungan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, yang secara langsung meninjau proses distribusi bantuan kemanusiaan hasil kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital dan Telkom Group.
Kunjungan tersebut dilakukan ke posko Telkomsel Peduli di Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan akibat bencana alam. Kehadiran Wamen Nezar Patria di lokasi menjadi penegasan komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke titik yang membutuhkan serta mendukung percepatan pemulihan layanan vital.
Fokus pada Pemulihan Komunikasi dan Listrik Darurat
Dalam keterangannya di lokasi, Nezar Patria menekankan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi dirancang untuk menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak. Salah satu prioritas utama adalah pemulihan jaringan telekomunikasi dan pasokan listrik darurat, yang menjadi tulang punggung koordinasi penanganan bencana.
“Hari ini kita melihat ada 100 unit genset dan 500 handphone yang diserahkan. Bantuan ini akan segera didistribusikan ke titik-titik yang benar-benar membutuhkan,” jelas Nezar Patria saat berada di Aceh Tamiang.
Genset berkapasitas 10 KVA tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasional BTS, fasilitas kesehatan, posko pengungsian, serta lokasi strategis lainnya. Sementara handphone disalurkan untuk membantu komunikasi masyarakat dan petugas di lapangan yang sebelumnya terputus akibat kerusakan infrastruktur.
Distribusi Bantuan dari Pusat ke Daerah
Sebelumnya, proses pengiriman bantuan telah dilakukan dari Jakarta. Pada awal pekan, Kemkomdigi bersama Telkomsel mengirimkan bantuan dari Bandara Halim Perdanakusuma. Paket bantuan tersebut mencakup 100 unit genset, 500 unit handphone, serta 1.500 paket perlengkapan ibadah berupa jilbab, mukena, dan Al-Qur’an.
Seluruh bantuan tersebut difokuskan ke daerah-daerah yang mengalami dampak paling berat, antara lain Kabupaten Aceh Tamiang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Blangkejeren, dan Kabupaten Gayo Lues. Pemilihan wilayah sasaran didasarkan pada tingkat kerusakan jaringan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pendekatan terpusat dari Jakarta ke daerah ini menunjukkan bagaimana kolaborasi pemerintah dan BUMN dapat berjalan cepat dalam situasi darurat. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan pengawasan langsung untuk memastikan efektivitas penyaluran.
Tidak Sekadar Jaringan, Tapi Kehidupan Sosial dan Ekonomi
Nezar Patria menegaskan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Menurutnya, akses komunikasi dan listrik adalah fondasi untuk menggerakkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi pascabencana.
“Yang kita pulihkan bukan hanya jaringan telekomunikasi, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, Telkom Group juga menjalankan berbagai program pendukung, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga layanan kesehatan,” ujarnya.
Program-program tersebut mencerminkan pendekatan holistik dalam penanganan bencana. Infrastruktur digital dipulihkan agar masyarakat dapat kembali berkomunikasi, mengakses informasi, serta menjalankan aktivitas ekonomi secara bertahap.
Laporan Pemulihan Jaringan Capai 80 Persen
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Nezar Patria juga menerima laporan langsung mengenai progres pemulihan jaringan telekomunikasi oleh Telkom Group. Hingga saat ini, pemulihan jaringan di wilayah terdampak telah mencapai lebih dari 80 persen.
Capaian ini dinilai signifikan mengingat tantangan geografis dan kondisi cuaca yang masih berpotensi menghambat proses perbaikan. Tim teknis Telkom Group terus bekerja di lapangan, memperbaiki BTS, menarik ulang kabel, serta memastikan pasokan listrik darurat tersedia.
“Alhamdulillah, jaringan sudah mulai membaik dan bisa mencapai di atas 80 persen. Kami menargetkan pada tanggal 27, uptime jaringan bisa mencapai sekitar 90 persen,” ungkap Nezar Patria.
Target tersebut menjadi indikator penting bagi pemulihan layanan publik dan aktivitas masyarakat. Dengan jaringan yang semakin stabil, koordinasi antarinstansi dan distribusi bantuan lanjutan diharapkan berjalan lebih efektif.
Apresiasi untuk Kerja Gotong Royong
Nezar Patria memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Telkom Group yang terlibat langsung di lapangan. Menurutnya, kerja keras dan semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak.
“Kami melihat sendiri bagaimana teman-teman bekerja keras di lapangan untuk menjaga jaringan telekomunikasi bisa stabil kembali di Aceh Tamiang. Ini adalah kerja kolaboratif yang patut diapresiasi,” tegasnya.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan moral bagi para petugas yang bekerja dalam kondisi tidak mudah. Medan yang sulit, cuaca ekstrem, serta keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan.
Kolaborasi Pemerintah dan BUMN dalam Penanganan Bencana
Kunjungan Wamen Nezar Patria juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dalam penanganan bencana. Kemkomdigi berperan dalam koordinasi kebijakan dan pengawasan, sementara Telkom Group menjalankan peran teknis dan operasional di lapangan.
Model kolaborasi ini dinilai efektif karena menggabungkan kecepatan pengambilan keputusan dengan kapasitas teknis yang mumpuni. Sinergi tersebut memungkinkan penyaluran bantuan dan pemulihan layanan berjalan lebih cepat dibandingkan jika dilakukan secara terpisah.
Dampak Langsung bagi Masyarakat
Bagi masyarakat terdampak, pemulihan jaringan dan pasokan listrik darurat memberikan dampak yang sangat terasa. Akses komunikasi memungkinkan warga menghubungi keluarga, memperoleh informasi resmi, serta berkoordinasi dengan pihak berwenang.
Selain itu, dukungan terhadap fasilitas publik seperti puskesmas, posko pengungsian, dan pusat distribusi bantuan membantu menjaga stabilitas layanan dasar. Dalam jangka menengah, pemulihan ini juga membuka jalan bagi bangkitnya kembali aktivitas ekonomi lokal.
Kesimpulan
Peninjauan distribusi bantuan bencana oleh Wamen Nezar Patria di Aceh Tamiang menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan layanan vital pascabencana. Melalui kolaborasi Kemkomdigi dan Telkom Group, bantuan berupa genset, handphone, dan perlengkapan sosial disalurkan untuk mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi dan listrik darurat.
Dengan capaian pemulihan jaringan yang telah melampaui 80 persen dan target 90 persen dalam waktu dekat, optimisme mulai tumbuh di tengah masyarakat terdampak. Sinergi, gotong royong, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi nyata bagi korban bencana di Sumatra.
Baca Juga : Natal 2025 Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial Bangsa
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : rumahjurnal

