Pemerintah Kota Depok menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat selama perayaan Natal. Wali Kota Depok, Supian Suri, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Depok melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik strategis untuk memastikan rangkaian ibadah Natal berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang menjalankan ibadah. Kehadiran langsung pimpinan daerah dan unsur Forkopimda menjadi simbol kuat dukungan negara terhadap kebebasan beragama serta toleransi antarumat beragama di Kota Depok.
Pemantauan Dimulai dari Pos Pengamanan
Monitoring perayaan Natal diawali dari Pos Pengamanan di kawasan Persimpangan Margonda–Juanda. Lokasi ini menjadi salah satu titik krusial karena berada di jalur utama aktivitas masyarakat. Dari pos tersebut, Wali Kota Depok bersama rombongan memastikan kesiapan personel gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur relawan lainnya.
Kesiapan personel di pos pengamanan menjadi bagian penting dari sistem pengamanan terpadu. Selain mengatur lalu lintas, petugas juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memberikan bantuan cepat jika dibutuhkan oleh masyarakat.
Menyambangi Sejumlah Gereja
Usai meninjau pos pengamanan, rombongan melanjutkan pemantauan ke sejumlah gereja yang menggelar ibadah Natal. Beberapa gereja yang dikunjungi antara lain Gereja Santo Thomas dan Gereja Gideon yang berada di wilayah Kelapa Dua, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.
Di lokasi tersebut, Wali Kota Depok memantau langsung pelaksanaan misa Natal serta berdialog singkat dengan pengurus gereja dan aparat pengamanan. Ia memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan lancar, jemaat merasa aman, dan protokol pengamanan diterapkan dengan baik.
Rombongan kemudian melanjutkan pemantauan ke Pos Pengamanan Simpangan Depok, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pancaran Kasih di kawasan Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya, serta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kamboja di Kecamatan Pancoran Mas. Seluruh titik tersebut dipastikan berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Pesan Toleransi dan Kebersamaan
Dalam keterangannya kepada media, Supian Suri menegaskan bahwa monitoring ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Ia menyampaikan bahwa Pemkot Depok bersama Forkopimda ingin memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tenang.
“Pada malam ini saya bersama Forkopimda, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kepala Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, serta seluruh jajaran stakeholder memonitor pelaksanaan ibadah Natal saudara-saudara kita, baik Protestan maupun Katolik, di Kota Depok,” ungkap Supian Suri.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani yang merayakan. Menurutnya, perayaan Natal merupakan momen penting untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah keberagaman.
“Kami mengucapkan selamat Natal. Semoga saudara-saudara kita selalu sehat, berbahagia, dan damai dalam merayakan Natal,” tuturnya.
Delapan Pos Pengamanan Disiagakan
Supian Suri menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Depok bersama Forkopimda telah menyiapkan delapan pos pengamanan Natal dan Tahun Baru yang tersebar di sejumlah titik strategis. Pos-pos tersebut ditempatkan di kawasan rawan keramaian, jalur utama lalu lintas, serta di sekitar gereja-gereja.
Dari total delapan pos, tiga di antaranya berada di sekitar rumah ibadah. Penempatan ini bertujuan untuk memberikan pengamanan maksimal selama pelaksanaan ibadah, baik untuk gereja dengan jumlah jemaat besar maupun kecil.
“Ada delapan pos pengamanan Natal dan Tahun Baru, termasuk tiga pos yang berada di sekitar gereja. Ini bagian dari upaya kita memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Semua Gereja Jadi Prioritas
Wali Kota Depok menegaskan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan dalam pengamanan. Semua gereja, tanpa memandang besar kecilnya jumlah jemaat, menjadi prioritas pengamanan pemerintah daerah.
“Semua kita prioritaskan. Tidak ada yang dibedakan, baik gereja besar maupun kecil, jemaatnya banyak atau sedikit, semuanya menjadi perhatian kami agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegas Supian Suri.
Pendekatan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Depok dalam menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kesetaraan bagi seluruh warga. Setiap kegiatan keagamaan dipandang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman.
Situasi Aman dan Kondusif
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Supian Suri memastikan bahwa pelaksanaan ibadah Natal berjalan dengan baik. Tidak ditemukan gangguan keamanan yang berarti, dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib.
“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan, pelaksanaan ibadah berjalan dengan baik dan situasi sampai saat ini aman dan kondusif,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi cerminan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Kerja sama yang baik tersebut dinilai mampu menciptakan suasana perayaan Natal yang damai dan penuh toleransi.
Wujud Kehadiran Negara di Tengah Masyarakat
Monitoring perayaan Natal oleh Wali Kota Depok dan Forkopimda tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Kehadiran langsung pimpinan daerah memberikan rasa tenang dan kepercayaan kepada umat yang sedang beribadah.
Selain itu, langkah ini juga menjadi pesan kuat bahwa Kota Depok berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama. Nilai toleransi dan kebersamaan terus dirawat sebagai fondasi kehidupan sosial di kota yang majemuk ini.
Kesimpulan
Pemantauan langsung perayaan Natal oleh Wali Kota Depok bersama Forkopimda menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan keamanan dan kelancaran ibadah umat Kristiani. Dengan dukungan delapan pos pengamanan dan keterlibatan berbagai unsur, perayaan Natal di Kota Depok berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Langkah ini sekaligus memperkuat citra Depok sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi, kebersamaan, dan rasa saling menghormati di tengah keberagaman masyarakatnya.
Baca Juga : Dinsos Aceh Salurkan Wakaf Al-Qur’an untuk Korban Banjir
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : footballinfo

