Skip to content
DailyInfo
Menu
  • Sample Page
Menu

Uang Pemerasan Mengalir ke 3 Rekening “Sultan” Kemenaker

Posted on August 26, 2025August 26, 2025 by admin

dailyinfo – Isu dugaan korupsi kembali mengguncang jagat birokrasi. Seorang pejabat Kementerian Ketenagakerjaan, yang oleh publik dijuluki “Sultan Kemenaker”, diduga kuat menampung dana hasil pemerasan lewat tiga rekening berbeda. Temuan ini mencuat setelah aparat penegak hukum menelusuri aliran dana tidak wajar yang mencapai miliaran rupiah.

Informasi awal muncul dari laporan beberapa perusahaan yang mengaku dipalak saat mengurus perizinan dan proyek terkait program ketenagakerjaan. Mereka diminta menyetorkan uang dalam jumlah besar, dengan janji proses administrasi berjalan mulus. Dana itu kemudian dialihkan ke tiga rekening yang diduga terkait dengan pejabat bersangkutan.

Modusnya terbilang klasik. Rekening pertama digunakan untuk menampung setoran rutin dari pihak swasta. Rekening kedua dipakai untuk menyalurkan dana ke berbagai aset, mulai dari properti hingga kendaraan mewah. Sementara rekening ketiga diduga jadi “rekening penampungan” yang kerap diputar dalam bentuk investasi dan deposito. Pola ini, menurut penyidik, sengaja dipilih agar aliran dana sulit dideteksi.

Tak butuh waktu lama, kabar ini memicu gelombang reaksi publik. Media sosial dipenuhi kritik keras terhadap gaya hidup mewah sang pejabat, yang belakangan kerap tampil dengan barang-barang branded. Julukan “Sultan Kemenaker” pun mengemuka sebagai bentuk sindiran. Banyak warganet menilai, tindakan ini ironis di tengah kondisi buruh dan pekerja yang masih berjuang untuk upah layak.

Kementerian Ketenagakerjaan sendiri memilih berhati-hati menanggapi. Juru bicara kementerian menyatakan pihaknya siap bekerja sama dengan penegak hukum dan mendukung proses penyelidikan. “Jika benar terbukti ada penyalahgunaan jabatan, kami tidak akan menoleransi. Semua harus sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya singkat.

Di sisi lain, pengamat antikorupsi menilai kasus ini harus dijadikan momentum pembenahan sistem. “Memecah aliran uang ke beberapa rekening adalah pola lama. Jika tidak ada kontrol ketat, praktik rente seperti ini akan terus berulang. Pemerintah perlu memperkuat transparansi dalam pengelolaan program ketenagakerjaan,” jelas seorang analis dari lembaga riset tata kelola.

Aksi protes pun mulai bermunculan. Sejumlah mahasiswa menggelar demonstrasi di depan gedung Kemenaker, mendesak agar rekening terkait segera dibekukan dan pejabat yang diduga terlibat dicopot dari jabatannya. Mereka khawatir, bila kasus ini berlarut-larut, kepercayaan publik terhadap institusi makin terkikis. “Buruh dituntut bekerja keras, tapi pejabat justru sibuk mengeruk keuntungan pribadi,” seru salah satu orator aksi.

Menurut sumber internal, penyidik telah resmi memblokir tiga rekening tersebut untuk keperluan audit forensik. Langkah ini dilakukan agar dana tidak berpindah tangan selama proses investigasi. Aparat juga berencana memanggil sejumlah saksi dari kalangan perusahaan swasta yang mengaku menjadi korban pemerasan. Meski hingga kini belum ada penetapan tersangka, masyarakat menuntut penyelesaian cepat dan transparan.

Kasus “Sultan Kemenaker” ini menjadi pengingat betapa rapuhnya integritas birokrasi jika tidak diawasi dengan baik. Kementerian yang seharusnya mengawal kesejahteraan pekerja justru berpotensi jadi ladang pemerasan oleh oknum tak bertanggung jawab. Dampaknya bukan hanya kerugian negara, tetapi juga runtuhnya kepercayaan publik.

Kini, bola panas ada di tangan penegak hukum. Apakah kasus ini akan dibawa ke ranah pengadilan, atau berhenti di tengah jalan seperti beberapa kasus serupa, masih menjadi tanda tanya. Namun yang jelas, publik tidak lagi sekadar menunggu. Mereka menuntut kejelasan, keadilan, dan sanksi setimpal bagi siapa pun yang terbukti bersalah.

Bagi masyarakat, isu ini bukan hanya soal miliaran rupiah di tiga rekening. Ini tentang keadilan sosial dan tanggung jawab moral pejabat negara. Jika benar terbukti, uang hasil pemerasan harus dikembalikan, dan yang bersalah mesti dihukum tanpa pandang bulu. Karena hanya dengan cara itu, kepercayaan publik bisa kembali terjaga.

Recent Posts

  • Uang Pemerasan Mengalir ke 3 Rekening “Sultan” Kemenaker
  • Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta, Demo Massa Memanas
  • Kasus Dokter Residen, Ribuan Video Intip Wanita Terungkap
  • Menkes: Balita di Sukabumi Meninggal Bukan karena Cacingan
  • Ridwan Kamil Angkat Bicara soal Hasil Tes DNA Dari Anak Lisa

PARTNER

suarairama pestanada beritabandar rumahjurnal podiumnews dailyinfo wikiberita zonamusiktop musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajahhijau carimobilindonesia jalanjalan-indonesia otomotifmotorindo ngobrol olahraga mabar dapurkuliner benjanews dtomarmaris pooluniversity quotesbook globenews24 thepsychologysage radarbandung indosiar radarjawa medianews infowarkop kalbarnews ketapangnews beritabumi kabarsantai outfit faktagosip beritagram lagupopuler seputardigital updatecepat marihidupsehat baliutama hotviralnews cctvjalanan beritajalan beritapembangunan pontianaknews

©2025 DailyInfo | Design: Newspaperly WordPress Theme