Pengelola Janjikan Penanganan Sampah Tuntas dalam Sepekan
Pengelola Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menargetkan penanganan tumpukan sampah yang berada di area belakang pasar dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu. Komitmen tersebut disampaikan manajemen pasar menyusul kembali munculnya penumpukan sampah yang dikeluhkan pedagang dan masyarakat sekitar.
Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta guna mempercepat proses pengangkutan sampah.
Menurut Agus, kesepakatan bersama telah dicapai agar pengempesan dan pengangkutan sampah dilakukan secara maksimal sehingga kondisi pasar dapat kembali bersih dan tertata.
Koordinasi Intensif dengan DLH DKI Jakarta
Upaya percepatan penanganan sampah dilakukan setelah manajemen pasar yang berada di bawah pengelolaan Pasar Jaya berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Koordinasi tersebut mencakup penambahan armada pengangkut serta pengerahan personel di lapangan.
Agus menjelaskan bahwa komunikasi dengan DLH dilakukan secara berkelanjutan agar penanganan sampah tidak bersifat sementara. Target satu minggu ke depan diharapkan menjadi langkah awal sebelum penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Penumpukan Sampah Bukan Kali Pertama
Agus mengungkapkan bahwa peristiwa penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati bukan kali pertama terjadi. Kejadian serupa sebelumnya juga sempat terjadi pada pertengahan 2025, ketika armada pengangkut sampah yang beroperasi jumlahnya tidak ideal.
Menurutnya, kondisi pasar sebagai pusat distribusi bahan pangan terbesar di Jakarta menghasilkan volume sampah harian yang sangat besar. Tanpa dukungan armada pengangkut yang memadai, potensi penumpukan akan selalu muncul dan berulang.
Keterbatasan Armada Jadi Masalah Utama
Secara ideal, Pasar Induk Kramat Jati membutuhkan sekitar 12 hingga 15 armada pengangkut sampah setiap hari agar seluruh volume sampah dapat terangkut dengan lancar. Namun saat ini, armada yang beroperasi hanya sekitar delapan unit.
Keterbatasan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya kerusakan armada yang belum sepenuhnya dapat dioperasikan kembali. Akibatnya, pengangkutan sampah menjadi tidak optimal dan menimbulkan penumpukan di area tertentu.
Agus menilai kondisi ini perlu segera dibenahi agar pengelolaan sampah pasar dapat berjalan lebih efektif.
Penambahan Armada Jadi Kunci Pencegahan
Pengelola pasar berharap Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dapat melengkapi kekurangan armada pengangkut sampah. Penambahan armada dinilai sebagai kunci utama untuk mencegah terulangnya persoalan serupa di kemudian hari.
Menurut Agus, tanpa dukungan armada yang memadai, sistem pengelolaan sampah apa pun akan sulit berjalan optimal. Oleh karena itu, sinergi antara pengelola pasar dan pemerintah daerah menjadi sangat penting.
Dukungan Personel dan Armada Mulai Ditingkatkan
Sebagai bentuk respons cepat, puluhan personel dan armada truk dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mulai dikerahkan untuk mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati. Jumlah armada yang beroperasi kini meningkat signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Jika sebelumnya maksimal hanya delapan armada truk yang beroperasi setiap hari, kini jumlahnya terus ditambah berkat dukungan lintas instansi. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pengempesan sampah sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
Dampak Penumpukan Sampah bagi Aktivitas Pasar
Penumpukan sampah di pasar induk tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan. Bau menyengat, risiko kesehatan, serta gangguan estetika menjadi keluhan utama pedagang dan pengunjung.
Sebagai pusat distribusi pangan, Pasar Induk Kramat Jati memiliki peran strategis bagi pasokan kebutuhan masyarakat Jakarta. Oleh karena itu, kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Setelah target penanganan satu minggu tercapai, pengelola pasar bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berencana membahas langkah lanjutan agar kondisi serupa tidak kembali terulang. Evaluasi sistem pengelolaan dan pengangkutan sampah menjadi fokus utama pembahasan.
Agus menegaskan bahwa solusi jangka panjang harus segera dirumuskan, baik dari sisi armada, jadwal pengangkutan, maupun pola pengelolaan sampah di dalam pasar.
Perlu Sinergi Berkelanjutan
Masalah sampah di kawasan pasar besar seperti Pasar Induk Kramat Jati mencerminkan tantangan pengelolaan lingkungan di perkotaan. Tanpa sinergi yang kuat antara pengelola, pemerintah, dan pelaku pasar, persoalan ini berpotensi terus berulang.
Langkah percepatan yang dilakukan saat ini menjadi ujian komitmen semua pihak untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Pengelola Pasar Induk Kramat Jati menargetkan penanganan tumpukan sampah rampung dalam waktu satu minggu dengan dukungan penuh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Penambahan armada dan pengerahan personel menjadi langkah awal untuk mengatasi persoalan yang sudah terjadi berulang.
Ke depan, sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan dukungan armada yang memadai menjadi kunci agar penumpukan sampah tidak kembali terjadi. Pasar Induk Kramat Jati, sebagai pusat distribusi pangan utama Jakarta, membutuhkan pengelolaan lingkungan yang sejalan dengan perannya yang strategis.
Baca Juga : Parlemen Inggris Nilai Intervensi AS Ancam Hukum Internasional
Cek Juga Artikel Dari Platform : footballinfo

