BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Bali
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Bali. Tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai hingga 4 meter dan berpotensi terjadi selama periode 9 hingga 12 Januari 2026.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul analisis kondisi atmosfer dan laut terkini yang menunjukkan peningkatan kecepatan angin di wilayah perairan Bali dan sekitarnya. BMKG mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal tongkang, hingga kapal feri.
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa pola angin di wilayah perairan selatan Bali bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang cukup signifikan.
Pola Angin Kencang Picu Gelombang Hingga 4 Meter
Menurut Cahyo Nugroho, kecepatan angin di perairan selatan Bali diperkirakan mencapai hingga 30 knot atau sekitar 55 kilometer per jam. Kondisi ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan tinggi gelombang laut di kawasan tersebut.
Adapun wilayah perairan yang diprediksi mengalami gelombang tinggi hingga 4 meter meliputi:
- Selat Bali bagian selatan
- Perairan selatan Bali
- Selat Lombok bagian selatan
Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai jalur penting bagi aktivitas pelayaran dan perikanan, sehingga peningkatan gelombang laut perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pengguna jasa laut.
Perairan Utara Bali Juga Dipengaruhi Angin Kencang
Selain perairan selatan, BMKG juga mencatat kondisi angin kencang di perairan utara Bali. Pola angin di wilayah ini bergerak dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang juga mencapai 30 knot.
Akibatnya, ketinggian gelombang laut di perairan utara Bali, Selat Badung, serta Selat Lombok bagian utara diperkirakan dapat mencapai hingga 2,5 meter. Meski lebih rendah dibanding wilayah selatan, kondisi ini tetap dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran skala kecil hingga menengah.
Jalur Pelayaran Vital Terancam Risiko Cuaca
Sejumlah perairan yang masuk dalam peringatan dini BMKG merupakan jalur pelayaran vital di Bali. Selat Bali merupakan jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Jawa.
Sementara itu, Selat Lombok menjadi jalur penyeberangan Bali–Lombok serta jalur pelayaran internasional bagi kapal-kapal besar. Selat ini juga sering dilalui kapal logistik dan kapal penumpang.
Adapun Selat Badung merupakan jalur yang ramai dilalui nelayan, wisatawan, dan kapal penyeberangan dari Bali daratan menuju Pulau Nusa Penida di Kabupaten Klungkung. Jalur ini juga menghubungkan Denpasar dengan wilayah Indonesia bagian timur.
Risiko Tinggi bagi Nelayan dan Operator Kapal
BMKG menegaskan bahwa kombinasi angin kencang dan gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut. Oleh karena itu, sejumlah kategori pengguna laut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pengguna perahu nelayan diimbau untuk mewaspadai kondisi saat kecepatan angin melebihi 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam, serta ketika tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Pada kondisi tersebut, perahu kecil sangat rentan terhadap terjangan ombak.
Sementara itu, operator kapal tongkang diminta waspada ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter. Untuk kapal feri, batas kewaspadaan berada pada kecepatan angin 21 knot dengan tinggi gelombang hingga 2,5 meter.
Aktivitas Perikanan dan Wisata Laut Terdampak
Kondisi cuaca maritim ini juga berpotensi mengganggu aktivitas perikanan tangkap di perairan selatan Bali. Wilayah tersebut merupakan jalur utama kapal-kapal nelayan yang mencari ikan di Samudra Hindia.
Selain itu, sektor pariwisata laut seperti penyeberangan wisatawan ke Nusa Penida dan aktivitas wisata bahari lainnya juga berisiko terdampak. Operator wisata diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan mengutamakan keselamatan penumpang.
BMKG Imbau Pantau Informasi Cuaca Secara Berkala
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa laut dan pelaku usaha maritim, untuk terus memperbarui informasi cuaca dan gelombang laut. Informasi resmi dapat diakses melalui laman:
- bbmkg3.bmkg.go.id
- maritim.bmkg.go.id
Selain itu, pembaruan cuaca juga dapat dipantau melalui media sosial resmi BMKG Bali di Instagram @bmkgbali atau melalui aplikasi InfoBMKG yang tersedia di perangkat seluler.
Pentingnya Antisipasi dan Kesiapsiagaan
BMKG menekankan bahwa peringatan dini ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut. Dengan meningkatnya aktivitas pelayaran di Bali, terutama pada jalur penyeberangan dan wisata, kesiapsiagaan menjadi kunci utama.
Masyarakat diharapkan tidak memaksakan aktivitas laut ketika kondisi cuaca tidak mendukung. Penundaan perjalanan dinilai lebih aman dibanding menghadapi risiko di tengah laut dengan gelombang tinggi.
Kesimpulan
Perairan Bali diprediksi dilanda gelombang tinggi hingga 4 meter pada periode 9–12 Januari 2026 akibat pola angin kencang dari barat daya hingga barat laut. Sejumlah perairan strategis seperti Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Badung masuk dalam wilayah berisiko.
BMKG mengingatkan seluruh pengguna laut untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi cuaca terbaru. Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca maritim yang tidak bersahabat.
Baca Juga : Gibran Tegaskan Tambang Picu Banjir Akan Dicabut Izinnya
Cek Juga Artikel Dari Platform : rumahjurnal

