dailyinfo.blog Pemerintah Provinsi Pemprov DKI Jakarta akhirnya memastikan langkah tegas terhadap proyek monorel yang lama terbengkalai. Tiang-tiang monorel yang berdiri di sepanjang Jalan Rasuna Said akan segera dibongkar sebagai bagian dari penataan kota dan pemulihan fungsi ruang publik.
Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu simbol proyek infrastruktur mangkrak yang selama bertahun-tahun menjadi sorotan warga. Tiang monorel yang tak pernah difungsikan dinilai tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berdampak pada kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan.
Penegasan Langsung dari Gubernur Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel bukan sekadar wacana. Ia memastikan proses eksekusi akan dimulai dalam waktu dekat dan menjadi prioritas pemerintah provinsi.
Menurut Pramono, proyek monorel yang mangkrak terlalu lama dibiarkan tanpa kejelasan. Keputusan membongkar diambil setelah melalui kajian teknis, hukum, dan tata kota, sehingga langkah ini tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Monorel Mangkrak sebagai Beban Tata Kota
Keberadaan tiang monorel di Rasuna Said selama ini kerap dikeluhkan warga. Struktur beton besar yang membentang di tengah jalan dinilai mengurangi ruang pandang, mempersempit ruang jalan, dan menciptakan kesan kumuh di kawasan bisnis strategis.
Dalam konteks tata kota modern, infrastruktur yang tidak berfungsi dianggap sebagai beban visual dan fungsional. Oleh karena itu, pembongkaran ini dipandang sebagai langkah penting untuk mengembalikan wajah Rasuna Said sebagai koridor utama bisnis dan perkantoran di Jakarta Selatan.
Dampak Positif bagi Lalu Lintas dan Keselamatan
Selain soal estetika, pembongkaran tiang monorel juga diharapkan berdampak positif pada lalu lintas. Selama ini, tiang-tiang tersebut menjadi titik rawan karena mempersempit jalur dan mengganggu manuver kendaraan, terutama pada jam sibuk.
Dengan dihilangkannya struktur tersebut, ruang jalan dapat dimanfaatkan lebih optimal. Pemerintah berharap arus kendaraan menjadi lebih lancar dan risiko kecelakaan bisa ditekan.
Bagian dari Penataan Kawasan Rasuna Said
Pembongkaran monorel bukan langkah yang berdiri sendiri. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan penataan lanjutan untuk kawasan Rasuna Said, termasuk perbaikan trotoar, pengaturan ulang jalur kendaraan, serta peningkatan fasilitas bagi pejalan kaki.
Rasuna Said diposisikan sebagai kawasan bisnis modern yang ramah bagi semua pengguna jalan. Penataan ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang menekankan keseimbangan antara mobilitas, estetika, dan kenyamanan publik.
Belajar dari Proyek Infrastruktur Mangkrak
Kasus monorel mangkrak menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Perencanaan proyek infrastruktur harus disertai kepastian pendanaan, regulasi, dan keberlanjutan. Tanpa itu, proyek berisiko berhenti di tengah jalan dan meninggalkan masalah jangka panjang.
Pemprov DKI Jakarta menilai bahwa langkah pembongkaran adalah cara paling realistis untuk menutup bab lama dan membuka peluang perencanaan baru yang lebih matang.
Respons Publik yang Beragam
Kabar pembongkaran ini mendapat respons beragam dari masyarakat. Sebagian besar warga menyambut positif karena sudah lama berharap tiang monorel dihapus. Mereka menilai langkah ini akan memperbaiki wajah kota dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Namun, ada pula yang menyoroti aspek anggaran dan mempertanyakan mengapa proyek bisa mangkrak sejak awal. Diskusi publik ini menunjukkan meningkatnya kesadaran warga terhadap akuntabilitas proyek infrastruktur.
Aspek Teknis dan Keamanan Pembongkaran
Pemprov DKI Jakarta memastikan proses pembongkaran dilakukan dengan standar keselamatan tinggi. Pengaturan lalu lintas sementara akan diterapkan untuk meminimalkan gangguan aktivitas warga dan pengguna jalan.
Koordinasi dengan aparat terkait menjadi kunci agar pembongkaran berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan kemacetan parah. Pemerintah juga berjanji akan memberikan informasi berkala kepada publik terkait progres pekerjaan.
Arah Baru Transportasi Jakarta
Dengan dibongkarnya monorel mangkrak, fokus pengembangan transportasi Jakarta diarahkan pada moda yang lebih realistis dan terintegrasi. Pemprov DKI Jakarta menekankan pentingnya transportasi massal yang benar-benar berfungsi dan terhubung dengan kebutuhan warga.
Langkah ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik bahwa pemerintah serius membenahi sistem transportasi dan tidak mengulangi kesalahan perencanaan masa lalu.
Kesimpulan: Menutup Masa Lalu, Menata Masa Depan
Pembongkaran tiang monorel mangkrak di Rasuna Said menjadi simbol penutupan satu bab masalah infrastruktur Jakarta. Di bawah kepemimpinan Pramono Anung, Pemprov DKI Jakarta memilih langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan lama yang membebani kota.
Ke depan, warga berharap penataan kawasan Rasuna Said benar-benar menghadirkan lingkungan yang lebih tertib, nyaman, dan modern. Langkah ini bukan hanya soal merobohkan beton, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan arah baru bagi tata kota Jakarta.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritabandar.com
