Pelatihan Teknis Jadi Solusi Pengangguran
Pelatihan teknis semakin dipercaya sebagai salah satu solusi konkret untuk menekan angka pengangguran. Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan kerja yang ketat, keterampilan praktis dinilai mampu membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Pendekatan ini menitikberatkan pada pembekalan kemampuan yang langsung dapat digunakan. Dengan keterampilan teknis, masyarakat tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan secara mandiri.
Program Pemberdayaan Berbasis Keterampilan
Salah satu contoh nyata datang dari BSI Maslahat. Melalui program Maslahat University, lembaga ini menggelar pelatihan teknis sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Manager Empowerment & Sociopreneur Group BSI Maslahat, Yunan Isnainye, menegaskan bahwa pelatihan tersebut sejalan dengan visi lembaga. Tujuannya bukan sekadar memberi bantuan, tetapi mendorong transformasi penerima manfaat agar kelak menjadi muzaki.
“Pelatihan ini diharapkan dapat mengubah penerima manfaat menjadi individu yang mandiri secara ekonomi dan mampu memberi manfaat bagi orang lain,” ujar Yunan.
Pelatihan Servis AC dan Handphone
Dalam pelaksanaannya, BSI Maslahat mengadakan dua jenis pelatihan utama. Pertama, pelatihan servis air conditioner (AC) yang berlangsung pada 16–18 Desember 2025. Program ini diikuti oleh empat peserta dan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan.
Kedua, pelatihan servis handphone yang digelar pada 17–29 Desember 2025. Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta dengan total sepuluh kali pertemuan. Kedua pelatihan dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Servis AC dan handphone dipilih karena permintaannya relatif stabil. Hampir setiap rumah dan individu menggunakan perangkat tersebut, sehingga peluang usaha dinilai cukup besar.
Belajar Teori dan Praktik Langsung
Pelatihan tidak hanya berisi materi teori. Peserta juga mendapatkan praktik langsung agar memahami kondisi kerja sebenarnya. Pendampingan diberikan secara intensif untuk memastikan peserta benar-benar menguasai keterampilan yang diajarkan.
Selain itu, peserta dibekali dengan perlengkapan kerja dasar. Perlengkapan ini menjadi modal awal agar mereka bisa langsung memulai usaha setelah pelatihan selesai.
Pendekatan ini dinilai penting karena banyak pelatihan gagal memberikan dampak nyata akibat minimnya praktik dan dukungan lanjutan.
Mendorong Usaha Mandiri dan Kesiapan Kerja
Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta diharapkan memiliki dua pilihan utama. Pertama, membuka usaha mandiri sesuai bidang yang dipelajari. Kedua, memanfaatkan keterampilan tersebut untuk meningkatkan peluang diterima di dunia kerja.
Keterampilan teknis sering kali menjadi nilai tambah di mata pemberi kerja. Bahkan, dalam beberapa kasus, kemampuan praktik lebih dibutuhkan dibandingkan ijazah formal.
Pelatihan semacam ini juga mendorong mental wirausaha. Peserta dilatih untuk melihat masalah sebagai peluang, bukan hambatan.
Kisah Peserta yang Merasakan Dampak
Dampak program terlihat dari pengalaman peserta. Salah satunya adalah Muhammad Abdul Karim, warga Bekasi yang telah berkeluarga dan memiliki satu anak. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pengemudi ojek.
Menurut Abdul, penghasilan dari mengojek semakin tidak menentu. Kebutuhan keluarga sulit terpenuhi jika hanya mengandalkan satu sumber pendapatan.
“Penghasilan dari mengojek sekarang tidak bisa diandalkan. Saya ikut pelatihan servis AC agar punya keterampilan tambahan dan peluang penghasilan lain,” kata Abdul.
Pelatihan tersebut membuka harapan baru baginya. Ia kini memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan untuk mencari tambahan pendapatan.
Pelatihan Teknis dan Tantangan Pengangguran
Pengangguran masih menjadi persoalan serius, terutama di kalangan usia produktif. Banyak pencari kerja tidak memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pelatihan teknis hadir sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Dengan fokus pada keterampilan praktis, kesenjangan kompetensi dapat dikurangi.
Program semacam ini juga membantu mereka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Kesempatan untuk berkembang tetap terbuka melalui jalur nonformal.
Peran Lembaga Sosial dalam Pemberdayaan
Lembaga sosial memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Selain bantuan konsumtif, pendekatan produktif semakin dibutuhkan.
Pelatihan keterampilan adalah bentuk investasi jangka panjang. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.
Ketika satu orang berhasil mandiri, efek berantainya dapat mengurangi beban sosial dan ekonomi di masyarakat.
Harapan ke Depan
Pelatihan teknis diharapkan terus diperluas dengan jenis keterampilan yang relevan. Kolaborasi dengan dunia industri juga penting agar materi pelatihan sesuai kebutuhan pasar.
Dengan dukungan berkelanjutan, program seperti Maslahat University berpotensi mencetak lebih banyak tenaga terampil dan wirausahawan baru.
Jika dijalankan secara konsisten, pelatihan teknis dapat menjadi salah satu kunci dalam menekan angka pengangguran dan membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga : Presiden Kolombia Gustavo Petro Akan Bertemu Trump di Gedung Putih
Cek Juga Artikel Dari Platform : carimobilindonesia

