Mendikdasmen Hadir Langsung di Wilayah Terdampak
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti dijadwalkan menjadi pembina upacara pada hari pertama masuk sekolah di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran ini menjadi simbol dukungan langsung pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di daerah yang baru saja dilanda bencana.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa upacara tersebut akan dilaksanakan di salah satu sekolah menengah yang terdampak cukup parah. Ia menegaskan bahwa kehadiran Mendikdasmen merupakan bentuk empati sekaligus komitmen pemerintah untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan.
Upacara Digelar di SMA Negeri 4 Kejuruan Aceh Tamiang
Murthalamuddin menjelaskan bahwa Abdul Mu’ti direncanakan menjadi pembina upacara di SMA Negeri 4 Kejuruan Aceh Tamiang. Sekolah ini berada di kawasan yang ikut terdampak banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Insyaallah besok Pak Menteri akan hadir dan menjadi pembina upacara di SMA 4 Kejuruan Aceh Tamiang,” ujar Murthalamuddin pada Minggu, 4 Januari 2026. Kehadiran Mendikdasmen di hari pertama sekolah dinilai memberikan semangat tersendiri bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Dukungan Moral dan Komitmen Pemerintah
Murthalamuddin yang juga menjabat sebagai juru bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh menekankan bahwa kunjungan Mendikdasmen bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kehadiran langsung di lapangan menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam menjamin keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak bencana.
Pemerintah berharap kehadiran Mendikdasmen dapat mempercepat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang rusak. Sekolah-sekolah yang terdampak diharapkan dapat segera kembali berfungsi normal agar proses belajar siswa tidak terganggu dalam jangka panjang.
Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Tamiang
Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir bandang dan longsor pada 26 November 2025. Bencana tersebut merusak berbagai infrastruktur, termasuk fasilitas pendidikan di hampir seluruh kecamatan.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, terdapat total 459 sekolah di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, hanya 65 sekolah yang tidak terdampak bencana. Sementara sisanya, sebanyak 394 sekolah, mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Rincian Kerusakan Sekolah
Murthalamuddin merinci bahwa dari 394 sekolah yang terdampak, sebanyak 47 unit mengalami kerusakan ringan, 269 sekolah rusak sedang, dan 78 sekolah masuk kategori rusak berat. Kondisi ini menuntut penanganan serius agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan dengan aman dan layak.
Kerusakan yang terjadi mencakup ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, hingga fasilitas pendukung lainnya. Di beberapa lokasi, proses belajar mengajar terpaksa dilakukan secara darurat dengan memanfaatkan ruang sementara.
Harapan Pemulihan Pendidikan Pascabencana
Dengan kehadiran Mendikdasmen di Aceh Tamiang, pemerintah daerah berharap ada percepatan dalam pemulihan sarana dan prasarana pendidikan. Dukungan anggaran, teknis pembangunan, serta pendampingan kebijakan menjadi kebutuhan mendesak agar sekolah-sekolah yang rusak dapat segera diperbaiki.
Kunjungan ini juga diharapkan menjadi pesan kuat bagi para siswa dan tenaga pendidik bahwa negara hadir di tengah kesulitan. Hari pertama masuk sekolah pascabencana diharapkan menjadi awal baru bagi pemulihan pendidikan di Aceh Tamiang, sekaligus simbol bangkitnya semangat belajar meski dilanda musibah.
Baca Juga : Pengunjung Planetarium Membeludak Antre Tiket Hingga 5 Jam
Cek Juga Artikel Dari Platform : outfit

