dailyinfo.blog Upaya menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program besar berskala kota. Di tingkat kelurahan, langkah-langkah sederhana justru bisa memberi dampak nyata jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan partisipasi warga. Inilah yang tengah didorong oleh Lurah Gandul, Kecamatan Cinere, melalui ajakan pengumpulan minyak jelantah rumah tangga lewat program Sera Mijel.
Minyak jelantah selama ini kerap dianggap limbah sepele. Banyak warga masih membuangnya langsung ke saluran air atau tanah tanpa menyadari dampak jangka panjangnya. Padahal, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan, merusak kualitas tanah, dan menyumbat saluran air. Jika dibiarkan, kebiasaan ini berpotensi memperparah persoalan lingkungan di kawasan permukiman.
Program Sera Mijel Jadi Solusi Nyata
Program Sera Mijel hadir sebagai solusi praktis dan ramah lingkungan untuk mengelola minyak jelantah. Melalui program ini, warga diajak mengumpulkan minyak bekas pakai agar tidak mencemari lingkungan. Minyak jelantah yang terkumpul kemudian dikelola secara lebih aman dan memiliki nilai guna kembali.
Lurah Gandul, Syafrudin, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat. Dengan kebiasaan mengumpulkan minyak jelantah, warga secara tidak langsung diajak lebih peduli terhadap dampak aktivitas rumah tangga terhadap lingkungan sekitar.
Jangkauan Program Terus Diperluas
Kelurahan Gandul secara aktif memperluas jangkauan program Sera Mijel. Tidak hanya melibatkan RT dan RW, sosialisasi juga menyasar pedagang serta institusi pendidikan. Sekolah-sekolah menjadi salah satu target utama karena dinilai strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Pelajar diajak memahami bahwa limbah rumah tangga, sekecil apa pun, memiliki dampak terhadap lingkungan. Dengan melibatkan sekolah, program Sera Mijel diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan.
Partisipasi Warga Jadi Kunci Keberhasilan
Syafrudin menekankan bahwa keberhasilan program Sera Mijel sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Tanpa keterlibatan warga, program pengelolaan limbah tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, pihak kelurahan terus mengajak masyarakat untuk tidak membuang minyak jelantah sembarangan.
Sosialisasi dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pembagian flyer hingga ajakan langsung kepada warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Pendekatan persuasif ini dinilai efektif untuk membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan kebiasaan.
Manfaat Lingkungan yang Signifikan
Pengumpulan minyak jelantah memberikan manfaat langsung bagi lingkungan. Saluran air menjadi lebih bersih, risiko pencemaran tanah berkurang, dan kualitas lingkungan permukiman dapat terjaga. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi warga.
Selain itu, pengelolaan minyak jelantah juga mendukung upaya pengurangan limbah rumah tangga. Dengan tidak membuang minyak bekas ke saluran air, potensi kerusakan infrastruktur lingkungan seperti drainase dapat ditekan.
Nilai Ekonomi dari Limbah Rumah Tangga
Menariknya, program Sera Mijel tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi. Minyak jelantah yang terkumpul dapat ditukar dengan minyak goreng bersih. Skema ini menjadi insentif tambahan bagi warga untuk berpartisipasi aktif.
Dengan adanya manfaat ekonomi, warga tidak lagi memandang minyak jelantah sebagai limbah tak berguna. Sebaliknya, limbah tersebut memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan kembali secara aman. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dari berbagai lapisan.
Menguatkan Gotong Royong dan Kebersamaan
Lebih dari sekadar program lingkungan, Sera Mijel juga memperkuat hubungan sosial antara aparatur kelurahan dan masyarakat. Kegiatan pengumpulan minyak jelantah dilakukan dengan semangat gotong royong, melibatkan berbagai elemen warga.
Interaksi yang terbangun dalam program ini menciptakan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Warga tidak hanya berkontribusi untuk lingkungan, tetapi juga merasa menjadi bagian dari gerakan bersama yang memiliki tujuan positif.
Edukasi Lingkungan Berkelanjutan
Kelurahan Gandul menilai edukasi sebagai bagian penting dari keberlanjutan program. Dengan memberikan pemahaman yang tepat tentang dampak minyak jelantah, warga diharapkan tidak hanya mengikuti program, tetapi juga benar-benar mengubah perilaku sehari-hari.
Pendekatan edukatif ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Depok dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat. Program berbasis partisipasi dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan yang bersifat instruktif semata.
Harapan Jadi Contoh Pengelolaan Limbah
Dengan semakin luasnya pelibatan warga, termasuk pelajar dan pedagang, program Sera Mijel diharapkan dapat berjalan berkelanjutan. Kelurahan Gandul berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh pengelolaan limbah ramah lingkungan di tingkat kelurahan.
Keberhasilan program ini juga diharapkan menginspirasi wilayah lain untuk menerapkan pendekatan serupa. Pengelolaan limbah rumah tangga yang sederhana namun konsisten dinilai mampu memberikan dampak besar bagi lingkungan perkotaan.
Kesimpulan
Ajakan Lurah Gandul kepada warga untuk aktif mengumpulkan minyak jelantah melalui program Sera Mijel menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil. Dengan partisipasi masyarakat, edukasi berkelanjutan, dan manfaat ekonomi yang nyata, program ini mampu menggabungkan aspek lingkungan dan sosial secara seimbang.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Kelurahan Gandul bergerak menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program Sera Mijel menjadi bukti bahwa pengelolaan limbah ramah lingkungan dapat berjalan efektif jika didukung oleh kesadaran dan keterlibatan warga.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarbandung.web.id
