dailyinfo.blog Di tengah pesatnya pembangunan perkotaan, Depok terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Pemerintah Kota Depok menyadari bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem agar kota tetap nyaman dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang.
Salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur keberhasilan upaya tersebut adalah Indeks Kualitas Lahan (IKL). Indeks ini mencerminkan kondisi tutupan lahan hijau dan fungsi ekologisnya dalam mendukung keseimbangan lingkungan perkotaan. Capaian terbaru menunjukkan tren positif, menandakan bahwa kebijakan dan program lingkungan yang dijalankan mulai membuahkan hasil nyata.
Indeks Kualitas Lahan Melampaui Target Nasional
Berdasarkan hasil perhitungan Kementerian Lingkungan Hidup melalui sistem pemantauan SITALA, Indeks Kualitas Lahan Kota Depok tercatat mengalami peningkatan. Angka ini tidak hanya lebih baik dibandingkan capaian tahun sebelumnya, tetapi juga berhasil melampaui target nasional yang telah ditetapkan.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa strategi penghijauan dan pengelolaan ruang terbuka hijau yang dilakukan Pemkot Depok berjalan efektif. Di tengah tantangan urbanisasi dan keterbatasan lahan, peningkatan IKL ini dinilai sebagai prestasi yang patut diapresiasi.
Peran Ruang Terbuka Hijau dalam Penilaian IKL
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, menjelaskan bahwa perhitungan IKL berfokus pada tutupan lahan publik. Parameter yang dinilai meliputi taman kota, alun-alun, taman di bahu jalan, kawasan hutan kota, serta sempadan sungai yang ditumbuhi pepohonan.
Lahan milik swasta tidak termasuk dalam perhitungan IKL. Oleh karena itu, optimalisasi ruang publik menjadi kunci utama dalam meningkatkan indeks tersebut. Keberadaan ruang hijau publik dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, mengurangi limpasan air hujan, serta menciptakan ruang interaksi sosial yang sehat bagi warga.
Program Penghijauan Terus Diperkuat
Peningkatan Indeks Kualitas Lahan tidak terjadi secara instan. DLHK Kota Depok secara konsisten menjalankan berbagai program penghijauan dan reboisasi di berbagai titik strategis kota. Penanaman pohon dilakukan di sepanjang sisi jalan, kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga permukiman warga.
Selain menambah tutupan hijau, program ini juga bertujuan memperbaiki mikroklimat perkotaan. Pepohonan membantu menurunkan suhu lingkungan, menyerap polutan udara, serta mengurangi dampak efek pulau panas perkotaan yang sering terjadi di kota-kota besar.
Gerakan “Satu Minggu Satu Pohon”
Salah satu inisiatif yang menjadi ciri khas DLHK Kota Depok adalah semangat “Satu Minggu Satu Pohon”. Program ini mencerminkan komitmen berkelanjutan untuk menambah ruang hijau secara konsisten, bukan sekadar program seremonial.
Dengan menanam minimal satu pohon setiap pekan, Pemkot Depok memastikan bahwa upaya penghijauan berjalan terus-menerus dan terukur. Meski terlihat sederhana, pendekatan ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kualitas lingkungan kota.
Manfaat Ekologis dan Estetika Kota
Upaya penghijauan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada peningkatan IKL, tetapi juga memberikan manfaat ekologis dan estetika. Keberadaan ruang hijau membantu menjaga keanekaragaman hayati, menyediakan habitat bagi burung dan serangga, serta memperindah wajah kota.
Taman-taman kota dan jalur hijau diharapkan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas, berolahraga, dan bersantai. Dengan demikian, kualitas hidup warga meningkat seiring dengan membaiknya kualitas lingkungan.
Edukasi dan Partisipasi Masyarakat
DLHK Kota Depok tidak hanya fokus pada penanaman pohon, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat agar turut menjaga ruang hijau yang ada. Pendekatan persuasif dan partisipatif dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan kampanye lingkungan.
Pemerintah kota menyadari bahwa keberhasilan menjaga kualitas lahan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci agar taman dan ruang hijau tetap terawat dan berfungsi optimal.
Tantangan di Tengah Pembangunan Kota
Meski capaian IKL menunjukkan tren positif, tantangan tetap ada. Pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur berpotensi menekan ketersediaan lahan hijau jika tidak dikelola dengan bijak. Oleh karena itu, integrasi aspek lingkungan dalam perencanaan tata ruang menjadi hal yang sangat penting.
Pemkot Depok diharapkan terus konsisten menjaga keseimbangan antara pembangunan dan konservasi lingkungan, agar capaian IKL tidak hanya bertahan, tetapi terus meningkat di masa depan.
Menuju Kota yang Lebih Hijau dan Nyaman
Peningkatan Indeks Kualitas Lahan menjadi bukti bahwa komitmen Pemkot Depok dalam menjaga lingkungan mulai menunjukkan hasil nyata. Program penghijauan, reboisasi, serta keterlibatan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Ke depan, upaya ini diharapkan tidak hanya berdampak pada angka indeks, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk lingkungan yang lebih sejuk, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
Kesimpulan
Capaian Indeks Kualitas Lahan Kota Depok yang melampaui target nasional menjadi sinyal positif bagi pengelolaan lingkungan perkotaan. Di tengah tekanan pembangunan, Depok berhasil menunjukkan bahwa komitmen terhadap ruang hijau tetap bisa dijaga.
Dengan program penghijauan yang konsisten, gerakan penanaman pohon berkelanjutan, serta edukasi masyarakat, Depok bergerak menuju kota yang semakin hijau dan layak huni. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform dapurkuliner.com
