dailyinfo – Gempa dengan kekuatan cukup signifikan mengguncang wilayah Bekasi dan Karawang pada Selasa siang, menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Guncangan yang terasa selama beberapa detik itu dilaporkan merusak sejumlah bangunan, termasuk satu musala yang roboh. Aktivitas transportasi pun ikut terdampak, terutama jalur KRL yang mengalami gangguan operasional. Warga yang berada di sekitar episentrum gempa berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Musala Roboh dan Puluhan Rumah Rusak
Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebuah musala di Karawang Utara roboh akibat getaran yang cukup kuat. Beruntung saat kejadian, tidak ada jemaah yang sedang beribadah di dalam bangunan tersebut sehingga korban jiwa dapat dihindari. Selain musala, puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Retakan terlihat di dinding, kaca pecah, dan sebagian atap runtuh. Kondisi ini membuat sebagian keluarga harus mengungsi sementara ke posko darurat yang sudah didirikan pemerintah setempat.
Gangguan pada Layanan KRL
Selain kerusakan fisik, gempa juga berdampak pada layanan transportasi publik. Jalur KRL lintas Bekasi sempat terganggu karena adanya pemeriksaan rel dan sistem kelistrikan pasca gempa. Beberapa perjalanan mengalami keterlambatan hingga 30 menit, menyebabkan penumpukan penumpang di beberapa stasiun. PT KAI memastikan pengecekan jalur dilakukan sebagai langkah keamanan agar tidak terjadi insiden yang lebih fatal. Situasi berangsur normal setelah tim teknis menyatakan rel dan jaringan listrik aman digunakan kembali.
Pemerintah dan Relawan Bergerak Cepat
Menanggapi bencana ini, pemerintah daerah bersama relawan segera melakukan evakuasi dan pendataan. Tim gabungan diterjunkan untuk membantu warga membersihkan puing serta menyalurkan bantuan logistik. Dapur umum juga mulai beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Layanan kesehatan darurat disediakan di posko utama dengan prioritas pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas independen seperti bengkelpintar, ikut memperkuat gerakan solidaritas di lapangan.
Warga Diminta Waspada Potensi Gempa Susulan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Meski kekuatan gempa tidak diperkirakan menimbulkan tsunami, masyarakat di sekitar bangunan tua diminta menjauhi area rawan runtuh. Edukasi mitigasi terus digencarkan agar warga memahami langkah penyelamatan diri jika gempa kembali terjadi. Para ahli menekankan pentingnya membangun rumah tahan gempa di wilayah rawan agar risiko kerusakan bisa diminimalisasi di masa mendatang.
