dailyinfo.blog Upaya mengatasi berbagai persoalan sosial di Kabupaten Garut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif organisasi keagamaan perempuan. Hal inilah yang ditekankan Abdusy Syakur Amin saat menghadiri Konferensi Cabang Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Garut yang digelar di kawasan Tarogong Kaler.
Dalam forum tersebut, Bupati Garut mengajak Muslimat NU untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Ia menilai Muslimat NU memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga, pendidikan anak, serta kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Daerah
Bupati Garut menegaskan bahwa perempuan memiliki peran kunci dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Melalui organisasi seperti Muslimat NU, nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan solidaritas dapat ditanamkan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial. Keterlibatan organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting untuk memastikan program-program pemerintah tepat sasaran dan diterima masyarakat.
Tantangan Sosial Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Dalam sambutannya, Abdusy Syakur Amin memaparkan gambaran kondisi sosial ekonomi warga Garut yang masih membutuhkan perhatian serius. Salah satu data yang disorot adalah jumlah warga yang masuk dalam kategori kesejahteraan paling rendah atau desil terbawah.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kemiskinan dan ketimpangan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Muslimat NU sebagai Mitra Pemerintah
Muslimat NU dinilai memiliki jaringan yang kuat hingga tingkat desa dan keluarga. Keunggulan ini membuat organisasi tersebut berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan program sosial, edukasi kesehatan, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Bupati Garut mendorong agar Muslimat NU tidak hanya berperan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif terlibat dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program pemberdayaan perempuan, pendampingan keluarga rentan, serta edukasi kesehatan menjadi beberapa bidang yang dinilai relevan untuk dikerjakan bersama.
Fokus pada Kesehatan dan Kesejahteraan
Sektor kesehatan menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian khusus. Bupati menilai bahwa peran perempuan sangat menentukan dalam menjaga kesehatan keluarga, mulai dari pola asuh anak hingga kesadaran akan gizi dan kebersihan lingkungan.
Melalui Muslimat NU, pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih persuasif dan berbasis nilai keagamaan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Kolaborasi untuk Dampak Nyata
Ajakan kolaborasi yang disampaikan Bupati Garut bukan sekadar seremonial. Ia berharap terbangun kerja sama konkret yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi antara program pemerintah dan kegiatan Muslimat NU diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.
Pemerintah daerah membuka ruang dialog dan kerja sama agar ide-ide dari Muslimat NU dapat diintegrasikan dengan kebijakan yang ada. Dengan demikian, program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi.
Penguatan Peran Organisasi Perempuan
Konferensi Cabang Muslimat NU juga menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi organisasi. Forum ini dimanfaatkan untuk merumuskan arah gerak ke depan agar lebih responsif terhadap tantangan sosial yang dihadapi masyarakat Garut.
Bupati Garut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muslimat NU selama ini dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai keagamaan. Ia berharap kepengurusan ke depan mampu menghadirkan inovasi program yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Harapan untuk Garut yang Lebih Inklusif
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Muslimat NU diharapkan mampu mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif. Perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif menentukan arah perubahan.
Bupati Garut menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks ini, peran organisasi perempuan seperti Muslimat NU menjadi sangat penting.
Penutup
Ajakan Bupati Garut kepada Muslimat NU untuk berkolaborasi menandai komitmen pemerintah daerah dalam membangun pendekatan partisipatif. Dengan mengoptimalkan peran organisasi keagamaan perempuan, diharapkan berbagai persoalan sosial, kesehatan, dan kesejahteraan dapat ditangani secara lebih efektif.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis menuju Kabupaten Garut yang lebih sejahtera, berdaya, dan inklusif, dengan perempuan sebagai salah satu pilar utama pembangunan masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform bengkelpintar.org
