dailyinfo.blog Batas waktu aktivasi akun Coretax bagi aparatur negara semakin mendekat. Pemerintah menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN), PPPK, TNI, dan Polri wajib mengaktifkan akun Coretax DJP serta membuat kode otorisasi sebagai bagian dari kesiapan sistem perpajakan terbaru. Kewajiban ini menjadi langkah penting dalam transformasi digital administrasi pajak nasional.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kementerian PAN-RB, yang mengatur kewajiban aktivasi Coretax bagi seluruh aparatur negara. Dengan aturan ini, pemerintah ingin memastikan seluruh pegawai siap menggunakan sistem baru yang akan menjadi tulang punggung pelaporan pajak ke depan.
Coretax Jadi Sistem Utama Perpajakan
Coretax DJP dirancang sebagai sistem terpadu yang akan digunakan secara penuh dalam pelaporan dan pengelolaan pajak. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akurasi data perpajakan. Bagi ASN dan aparatur negara lainnya, aktivasi akun menjadi tahap awal agar dapat mengakses dan memanfaatkan seluruh fitur yang tersedia.
Pemerintah menilai bahwa kesiapan sumber daya manusia sama pentingnya dengan kesiapan teknologi. Oleh karena itu, aktivasi akun Coretax bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari adaptasi aparatur terhadap perubahan sistem administrasi yang lebih modern.
Batas Waktu Kian Mendesak
Dengan semakin dekatnya tenggat aktivasi, aparatur negara diimbau tidak menunda proses tersebut. Pemerintah menekankan bahwa keterlambatan aktivasi berpotensi menghambat kelancaran pelaporan pajak tahunan. Hal ini tentu dapat berdampak pada administrasi kepegawaian dan kepatuhan perpajakan secara keseluruhan.
Situasi ini mendorong berbagai kantor pajak untuk mengambil langkah proaktif. Pendekatan jemput bola dilakukan agar aparatur negara yang belum mengaktifkan akun dapat segera menyelesaikan kewajibannya tanpa hambatan teknis.
Kantor Pajak Lakukan Jemput Bola
Sebagai contoh, KPP Pratama Maros di Sulawesi Selatan mengundang puluhan pegawai dari instansi daerah untuk mengikuti proses aktivasi akun Coretax dan pembuatan kode otorisasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pegawai memahami prosedur aktivasi sekaligus penggunaan awal sistem.
Pendekatan jemput bola dinilai efektif karena memberikan pendampingan langsung. Aparatur negara dapat bertanya dan menyelesaikan kendala teknis di tempat, sehingga proses aktivasi berjalan lebih cepat dan akurat.
Antusiasme Aparatur Negara
Respons dari para pegawai yang mengikuti kegiatan aktivasi menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi. Banyak aparatur menyadari bahwa penggunaan Coretax merupakan bagian dari perubahan besar dalam sistem perpajakan. Kesadaran ini menjadi modal penting agar implementasi sistem baru dapat berjalan lancar.
Kesiapan aparatur negara juga mencerminkan komitmen instansi dalam mendukung reformasi administrasi. Dengan memahami sistem sejak awal, risiko kesalahan saat pelaporan pajak dapat ditekan.
Persiapan Menuju Pelaporan Pajak Digital
Pelaporan pajak yang sepenuhnya menggunakan Coretax menuntut kesiapan teknis dan pemahaman prosedur. Aktivasi akun menjadi pintu masuk agar aparatur negara terbiasa dengan antarmuka dan alur kerja sistem. Pemerintah berharap, dengan persiapan sejak dini, proses pelaporan ke depan dapat berlangsung lebih sederhana dan efisien.
Coretax juga diharapkan meminimalkan duplikasi data dan meningkatkan integrasi antarinstansi. Hal ini sejalan dengan agenda transformasi digital pemerintah yang menekankan interoperabilitas sistem.
Imbauan bagi ASN dan Aparatur Negara
Pemerintah mengimbau seluruh ASN, PPPK, TNI, dan Polri yang belum melakukan aktivasi agar segera menindaklanjuti kewajiban ini. Proses aktivasi dan pembuatan kode otorisasi tidak memerlukan waktu lama jika dilakukan sesuai panduan resmi.
Aparatur negara juga diharapkan memanfaatkan layanan bantuan yang disediakan kantor pajak setempat. Dengan demikian, kendala teknis dapat diselesaikan lebih cepat tanpa menunggu mendekati tenggat akhir.
Dampak Positif bagi Tata Kelola Pajak
Implementasi Coretax diyakini membawa dampak positif bagi tata kelola perpajakan nasional. Sistem yang lebih terintegrasi memungkinkan pengawasan yang lebih baik dan pelayanan yang lebih responsif. Bagi aparatur negara, sistem ini juga memberikan kemudahan dalam mengelola kewajiban perpajakan secara tertib.
Ke depan, pemerintah berharap Coretax dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem pajak yang modern, adil, dan berkelanjutan. Keberhasilan implementasi sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparatur negara.
Penutup
Aktivasi akun Coretax DJP bagi ASN, PPPK, TNI, dan Polri menjadi langkah krusial dalam menyongsong sistem perpajakan digital yang lebih terintegrasi. Dengan batas waktu yang semakin dekat, aparatur negara diharapkan segera menyelesaikan proses aktivasi dan pembuatan kode otorisasi.
Upaya jemput bola yang dilakukan kantor pajak menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan kesiapan aparatur. Dengan kerja sama antara instansi dan pegawai, implementasi Coretax diharapkan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi administrasi perpajakan nasional.

Cek Juga Artikel Dari Platform liburanyuk.org
