dailyinfo – Beredarnya kabar mengenai penampakan ikan oarfish di Pantai Selatan Jawa pada pertengahan April 2026 ini memicu perbincangan luas di media sosial. Ikan yang memiliki bentuk panjang mirip pita dan hidup di laut dalam ini sering kali dijuluki sebagai “ikan kiamat” oleh sebagian masyarakat karena mitos yang menyertainya.
Berikut adalah fakta dan penjelasan terkait fenomena tersebut:
1. Mitos vs Fakta Ilmiah
Secara turun-temurun, terutama dalam legenda masyarakat Jepang, kemunculan oarfish ke permukaan atau terdampar di pantai sering dikaitkan sebagai pertanda akan datangnya gempa bumi besar atau tsunami. Namun, komunitas ilmiah memiliki pandangan berbeda:
- Penelitian BMKG & LIPI: Berdasarkan kajian statistik, tidak ditemukan korelasi nyata antara kemunculan oarfish dengan waktu terjadinya gempa bumi. Data menunjukkan banyak penampakan oarfish yang tidak diikuti oleh bencana apa pun.
- Fenomena Upwelling: Para ahli oseanografi menjelaskan bahwa oarfish bisa muncul ke permukaan karena adanya arus laut dingin dari dasar menuju permukaan (upwelling), yang membawa plankton (makanan mereka) ke area yang lebih dangkal.
- Kondisi Ikan: Sering kali, oarfish yang ditemukan di pesisir berada dalam kondisi sakit, terluka, atau terbawa arus kuat karena tubuhnya yang panjang tidak dirancang untuk melawan arus di perairan dangkal.
2. Kejadian Serupa Secara Global (Maret-April 2026)
Menariknya, tren penampakan oarfish ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Pada awal Maret 2026, dua ekor oarfish raksasa juga dilaporkan terdampar di pantai Cabo San Lucas, Meksiko. Kejadian langka di mana dua ikan muncul secara bersamaan ini sempat viral dan memicu spekulasi global mengenai kondisi laut dalam yang sedang mengalami perubahan suhu ekstrem di tahun ini.
3. Hubungan dengan Gempa Malang (15 April 2026)
Beberapa warganet mencoba mengaitkan penampakan ini dengan gempa Magnitudo 5,2 yang mengguncang Malang pada hari ini. Namun, BMKG menegaskan bahwa kejadian gempa tersebut merupakan aktivitas tektonik rutin di zona subduksi dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa ikan oarfish dapat “meramal” aktivitas lempeng bumi tersebut.
4. Karakteristik Ikan Oarfish
- Habitat: Hidup di zona mesopelagik (kedalaman hingga 1.000 meter).
- Ukuran: Dapat tumbuh hingga panjang lebih dari 10 meter, menjadikannya ikan bertulang sejati terpanjang di dunia.
- Penampilan: Berwarna perak mengkilap dengan sirip punggung berwarna merah atau oranye yang menyerupai mahkota di atas kepalanya.
Saran bagi Masyarakat:
Meskipun penampakan ini sangat langka dan menarik secara visual, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak termakan oleh hoaks yang mengaitkan fenomena alam ini dengan bencana kiamat. Jika Anda menemukan ikan ini terdampar, disarankan untuk segera melapor ke pihak terkait seperti Dinas Perikanan atau BPSPL setempat untuk keperluan pendataan dan penelitian lebih lanjut.
Kemunculan oarfish di tahun 2026 ini lebih tepat dipandang sebagai pengingat akan misteri laut dalam kita yang masih luas dan belum sepenuhnya tereksplorasi.

