dailyinfo – Sejumlah warga di Jakarta Selatan menyuarakan protes terhadap keberadaan lapangan padel yang baru dibuka di kawasan mereka. Aktivitas olahraga ini dinilai menimbulkan kebisingan yang mengganggu ketenangan lingkungan, terutama bagi penghuni rumah yang berada di sekitar lokasi.
1. Keluhan Warga Sekitar
Menurut warga, suara pantulan bola dan teriakan pemain padel terdengar cukup keras, terutama saat akhir pekan ketika aktivitas meningkat. “Setiap sore, suara bola memantul dan teriakan pemain membuat kami sulit istirahat,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya. Keluhan ini muncul terutama bagi keluarga dengan anak kecil dan lansia yang sensitif terhadap kebisingan.
2. Frekuensi Aktivitas yang Tinggi
Lapangan padel tersebut beroperasi hampir setiap hari dengan jam sibuk di sore hingga malam hari. Frekuensi tinggi ini dianggap memperparah gangguan, karena warga merasa tidak ada jeda cukup untuk menikmati ketenangan rumah mereka. Beberapa warga bahkan melaporkan gangguan tidur akibat suara aktivitas olahraga yang berlangsung hingga larut.
3. Tanggapan Pengelola Lapangan
Pengelola lapangan menyatakan bahwa mereka sudah berusaha membatasi jam operasional dan menerapkan aturan penggunaan suara seminimal mungkin. “Kami memahami kekhawatiran warga, dan kami berencana meninjau penggunaan jam serta menambah panel peredam suara untuk mengurangi kebisingan,” kata manajer lapangan padel.
4. Pemerintah dan Mediasi Lingkungan
Pihak kelurahan setempat telah menerima laporan warga dan berencana memediasi antara pengelola lapangan dan masyarakat. Diskusi difokuskan pada penyesuaian jam operasional, pemasangan peredam suara, dan sosialisasi kepada warga terkait aktivitas olahraga. Tujuannya adalah menemukan titik tengah antara kebutuhan olahraga dan kenyamanan lingkungan.
5. Solusi Potensial dan Dampak Sosial
Beberapa solusi yang dibahas antara lain pembatasan jam operasional sore dan malam, pemasangan dinding atau panel peredam suara, hingga evaluasi lokasi lapangan agar jaraknya lebih jauh dari pemukiman. Kasus ini menjadi contoh penting bagaimana pertumbuhan fasilitas olahraga harus mempertimbangkan dampak sosial dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Momen protes warga ini menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas publik, termasuk lapangan olahraga, harus seimbang dengan kualitas hidup lingkungan sekitar. Dengan mediasi yang tepat, diharapkan kedua belah pihak dapat menemukan solusi yang adil: warga tetap nyaman, sementara penggemar padel tetap bisa beraktivitas.

