dailyinfo.blog Maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Gorontalo. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan bahwa pembinaan karakter pelajar merupakan kunci utama dalam mencegah praktik perundungan yang kini semakin kompleks, baik terjadi secara langsung maupun melalui ruang digital.
Menurutnya, perundungan tidak lagi sebatas ejekan fisik atau verbal di lingkungan sekolah. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat tekanan psikologis terhadap anak-anak menjadi jauh lebih besar. Situasi ini menuntut pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan mental dan kepribadian.
Perundungan Jadi Ancaman Serius bagi Mental Anak
Wagub Idah menilai bahwa dampak perundungan saat ini jauh lebih berat dibandingkan masa sebelumnya. Anak-anak yang menjadi korban tidak hanya mengalami tekanan emosional, tetapi juga berpotensi mengalami gangguan psikologis jangka panjang.
Tekanan tersebut sering kali tidak terlihat secara langsung, namun dapat memengaruhi kepercayaan diri, prestasi belajar, hingga hubungan sosial. Oleh karena itu, pencegahan sejak dini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kasus terjadi.
Pembinaan Karakter Perlu Dilakukan Sejak Dini
Dalam pandangannya, pembinaan karakter tidak dapat dilakukan secara instan. Nilai-nilai seperti empati, saling menghargai, disiplin, dan tanggung jawab harus ditanamkan secara konsisten sejak usia sekolah.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter bukan hanya tugas satu pihak. Sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar memiliki peran yang sama penting dalam membentuk sikap dan perilaku anak.
Peran Orang Tua Tak Bisa Diabaikan
Wagub Idah menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada guru. Orang tua memiliki peran krusial dalam mengawasi perkembangan emosional dan sosial anak di rumah.
Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi fondasi penting untuk mendeteksi potensi masalah sejak awal. Dengan keterlibatan aktif keluarga, anak akan merasa lebih aman dan terbuka dalam menyampaikan masalah yang dihadapi.
Sinergi Sekolah dan Keluarga Jadi Kunci
Kolaborasi antara guru dan orang tua dinilai menjadi strategi paling efektif dalam mencegah perundungan. Ketika kedua pihak berjalan searah, nilai-nilai positif dapat diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.
Wagub menekankan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui aturan tertulis. Pendekatan dialog, keteladanan, dan pembiasaan sikap positif dinilai jauh lebih berdampak dalam membentuk karakter anak.
Tantangan Generasi Muda di Era Digital
Perubahan zaman membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda. Anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan yang serba cepat dan instan. Kemudahan mendapatkan berbagai hal tanpa proses panjang membuat sebagian dari mereka kurang siap menghadapi tekanan.
Dalam kondisi tersebut, pembinaan mental menjadi sangat penting. Anak perlu dibekali ketangguhan, kesabaran, dan kemampuan mengelola emosi agar tidak mudah terguncang ketika menghadapi masalah.
Menanamkan Jiwa Patriotisme dan Ketangguhan
Wagub Idah menilai bahwa nilai patriotisme dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter. Semangat cinta tanah air, kebersamaan, dan disiplin mampu membentuk pribadi yang tangguh dan beretika.
Nilai-nilai tersebut tidak harus disampaikan melalui metode kaku. Justru pendekatan kreatif yang sesuai dengan minat generasi muda dinilai lebih efektif dalam menanamkan makna kebangsaan.
Kegiatan Positif sebagai Media Pembentukan Karakter
Dalam berbagai kesempatan, kegiatan ekstrakurikuler dinilai menjadi sarana strategis pembinaan karakter. Aktivitas seperti baris-berbaris, olahraga, dan seni mampu melatih kedisiplinan, kerja sama, serta kepemimpinan.
Wagub mengapresiasi kegiatan yang mampu menggabungkan unsur kreativitas dan nilai kebangsaan. Kegiatan semacam ini dinilai membantu anak menyalurkan energi secara positif sekaligus membangun rasa percaya diri.
Disiplin dan Kebersamaan Dilatih Sejak Sekolah
Melalui kegiatan kelompok, pelajar belajar pentingnya kekompakan dan tanggung jawab. Setiap individu dituntut berperan aktif demi keberhasilan bersama.
Nilai-nilai inilah yang secara tidak langsung membentuk empati dan rasa saling menghormati, sehingga potensi terjadinya perundungan dapat ditekan.
Mengikuti Zaman Tanpa Kehilangan Nilai
Wagub Idah menegaskan bahwa pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Metode pembelajaran dan aktivitas siswa perlu dikemas secara menarik agar relevan dengan generasi saat ini.
Namun demikian, penyesuaian tersebut tidak boleh menghilangkan nilai dasar kebangsaan dan moral. Inovasi dalam pendidikan harus tetap berpijak pada pembentukan karakter yang kuat.
Komitmen Membangun Lingkungan Sekolah Aman
Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas perundungan. Upaya ini dilakukan melalui edukasi berkelanjutan, penguatan karakter, serta keterlibatan semua pihak.
Dengan kerja sama antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform marihidupsehat.web.id
