Longsor Batu Besar Hambat Akses Warga Gedangsari
Bencana longsor kembali melanda wilayah perbukitan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kali ini, longsoran berupa bongkahan batu besar terjadi di Kecamatan Gedangsari dan menghambat aktivitas warga setempat.
Material longsoran menutup akses utama yang menghubungkan beberapa dusun, sehingga mobilitas warga terganggu. Kondisi ini memaksa pemerintah setempat mengambil langkah cepat dengan mengerahkan alat berat dan truk untuk membersihkan area terdampak.
Longsor tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah perbukitan dalam beberapa waktu terakhir. Curah hujan tinggi membuat struktur tanah dan bebatuan menjadi labil, meningkatkan risiko runtuhan dari tebing.
Bongkahan Batu Menutup Akses Antar Dusun
Bongkahan batu besar hasil longsoran menutup jalur penghubung antara Dusun Krinjing dan Dusun Gandu, Desa Mertelu. Akses tersebut selama ini menjadi jalur penting bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Warga yang biasa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh. Beberapa warga bahkan harus berjalan kaki untuk mencapai tujuan tertentu.
Kondisi ini sangat dirasakan terutama oleh warga yang bergantung pada jalur tersebut untuk bekerja, mengantar anak sekolah, dan aktivitas ekonomi lainnya.
Alat Berat Dikerahkan Sejak Akhir Pekan
Pemerintah kecamatan bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat ke lokasi longsor. Alat tersebut digunakan untuk memecah bongkahan batu yang ukurannya terlalu besar jika hanya dipindahkan secara manual.
Proses pembersihan sudah dilakukan sejak akhir pekan. Namun, pekerjaan berjalan cukup lambat karena karakter material longsoran yang keras dan berat.
Batu besar harus dipecah terlebih dahulu sebelum dapat diangkut menggunakan truk menuju lokasi pembuangan.
Kendala Teknis di Lapangan
Dalam proses pembersihan, tim sempat mengalami kendala teknis pada alat berat. Hal ini sempat memperlambat upaya pembukaan akses jalan.
Namun setelah dilakukan perbaikan, alat berat kembali dapat difungsikan. Meski demikian, kondisi medan yang curam dan sempit tetap menjadi tantangan tersendiri bagi operator.
Setiap tahap pembersihan harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari risiko longsor susulan.
Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama
Wilayah Gedangsari dikenal memiliki kontur perbukitan dengan struktur tanah berbatu. Ketika intensitas hujan meningkat, risiko longsor menjadi lebih tinggi.
Curah hujan ekstrem membuat air meresap ke celah-celah batu, melemahkan daya ikat tanah dan menyebabkan runtuhan.
Fenomena ini semakin sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir, seiring dengan perubahan pola cuaca yang sulit diprediksi.
Proses Pembersihan Bergantung Alat Berat
Camat Gedangsari, Eko Krisdiyanto, menjelaskan bahwa hampir seluruh proses pembersihan material longsor bergantung pada penggunaan alat berat.
Ukuran batu yang besar dan bobotnya yang berat membuat tenaga manusia tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi secara manual.
Karena itu, kecepatan pembukaan kembali akses warga sangat bergantung pada kondisi alat dan situasi lapangan.
Belum Ada Kepastian Waktu Selesai
Hingga saat ini, pihak kecamatan belum dapat memastikan kapan proses pembersihan akan selesai sepenuhnya.
Faktor cuaca, kondisi medan, dan stabilitas tebing menjadi pertimbangan utama sebelum akses benar-benar dibuka kembali.
Petugas di lapangan juga terus memantau kemungkinan adanya longsor susulan yang dapat membahayakan proses pembersihan.
Aktivitas Warga Terdampak
Tertutupnya akses jalan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga.
Beberapa aktivitas ekonomi seperti distribusi hasil pertanian menjadi terhambat. Warga yang bekerja di luar dusun harus menempuh perjalanan lebih jauh.
Kondisi ini juga menyulitkan akses kendaraan darurat apabila terjadi situasi mendesak.
Upaya Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan longsor.
Selain pembersihan material, evaluasi kondisi tebing juga dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
Langkah mitigasi jangka panjang dinilai penting, mengingat wilayah Gedangsari termasuk daerah rawan longsor.
Pentingnya Mitigasi di Wilayah Perbukitan
Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya mitigasi bencana di daerah perbukitan.
Pemasangan rambu peringatan, pemantauan tebing, serta edukasi kepada warga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban.
Selain itu, pembangunan infrastruktur penahan longsor perlu dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang.
Warga Diminta Tetap Waspada
Pemerintah kecamatan mengimbau warga agar tetap waspada, terutama saat hujan deras berlangsung.
Masyarakat diminta menghindari area tebing curam dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.
Kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana alam di wilayah rawan.
Kesimpulan
Longsor batu besar di Kecamatan Gedangsari Gunungkidul menghambat akses penting bagi warga.
Proses pembersihan masih berlangsung dan sepenuhnya bergantung pada alat berat karena ukuran material yang besar.
Meski upaya penanganan terus dilakukan, kondisi cuaca dan medan menjadi faktor penentu kecepatan pembukaan kembali akses.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan bencana harus terus diperkuat, khususnya di wilayah perbukitan yang rawan longsor.
Baca Juga : Iran Memanas, Putin Lakukan Mediasi Langsung
Cek Juga Artikel Dari Platform : museros

