Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Dinas Sosial Aceh. Di tengah proses pemulihan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah, Dinas Sosial Aceh menyalurkan bantuan wakaf berupa Al-Qur’an dan buku Iqra’ kepada masyarakat terdampak banjir di Pidie Jaya. Bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan spiritual masyarakat dalam menghadapi masa sulit.
Banjir yang terjadi di beberapa wilayah Aceh menyebabkan kerusakan fasilitas umum, rumah ibadah, serta sarana pendidikan keagamaan. Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan masyarakat tidak hanya sebatas sandang dan pangan, tetapi juga sarana ibadah dan pembelajaran agama. Menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Sosial Aceh bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Aceh dan partisipasi masyarakat bergerak cepat menghimpun wakaf Al-Qur’an dan Iqra’.
Penyerahan Bantuan untuk Pemulihan Spiritual
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, kepada Ketua TKSK Kabupaten Pidie Jaya. Proses penyerahan berlangsung pada Kamis pagi dan menjadi simbol dimulainya distribusi wakaf Al-Qur’an ke lokasi-lokasi terdampak.
Pada tahap awal, bantuan yang disalurkan terdiri dari 60 eksemplar Al-Qur’an dan 130 buku Iqra’. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke pondok pesantren, masjid, meunasah, serta masyarakat yang terdampak langsung banjir. Diharapkan, mushaf dan buku Iqra’ ini dapat digunakan sebagai sarana ibadah sekaligus pembelajaran bagi anak-anak dan santri di tengah proses pemulihan pascabencana.
Chaidir menyampaikan bahwa wakaf ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kondisi masyarakat Aceh yang sedang tertimpa musibah. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga pemulihan mental dan spiritual.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Bantuan wakaf Al-Qur’an dan Iqra’ ini dihimpun dari berbagai sumber. Selain berasal dari Dinas Sosial Aceh, kontribusi juga datang dari jaringan TKSK Aceh serta partisipasi masyarakat yang peduli terhadap kondisi korban banjir. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya solidaritas sosial di Aceh, terutama dalam situasi darurat.
Hingga saat ini, total wakaf yang telah terhimpun mencapai 390 eksemplar Al-Qur’an, 167 buku Iqra’, dan 70 buku Yasin. Jumlah tersebut merupakan hasil dari donasi berkelanjutan yang terus dikumpulkan sejak bencana melanda beberapa wilayah Aceh.
“Wakaf yang terkumpul ini tidak hanya akan disalurkan di Pidie Jaya, tetapi juga ke kabupaten lain yang terdampak banjir,” ujar Chaidir. Kabupaten yang masuk dalam daftar penyaluran berikutnya antara lain Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Tengah.
Menjangkau Wilayah Terdampak Lainnya
Langkah Dinas Sosial Aceh untuk menyalurkan wakaf ke beberapa kabupaten sekaligus mencerminkan pendekatan yang merata dan berkeadilan. Setiap wilayah memiliki kebutuhan yang berbeda, namun memiliki kesamaan dalam hal dampak bencana yang dirasakan masyarakat.
Distribusi wakaf Al-Qur’an dan Iqra’ ini diprioritaskan untuk lembaga pendidikan keagamaan dan tempat ibadah yang mengalami kerusakan atau kehilangan perlengkapan akibat banjir. Dengan demikian, aktivitas keagamaan dan pembelajaran dapat kembali berjalan meski dalam kondisi terbatas.
TKSK Aceh berperan penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Jaringan TKSK yang tersebar hingga tingkat kecamatan memudahkan proses pendataan dan distribusi, sehingga bantuan dapat segera diterima oleh pihak yang membutuhkan.
Donasi Masih Terus Dibuka
Dinas Sosial Aceh bersama TKSK Aceh menegaskan bahwa penggalangan donasi dan wakaf masih terus dibuka. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan donasi berupa mushaf Al-Qur’an maupun wakaf tunai. Nilai wakaf tunai ditetapkan sebesar Rp100.000 per mushaf, yang nantinya akan diwujudkan dalam bentuk Al-Qur’an untuk disalurkan ke wilayah terdampak.
Donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor 731 2411 304 atas nama Misra Yana. Selain itu, masyarakat juga dapat menyerahkan wakaf secara langsung ke Sekretariat TKSK Aceh di Kantor Bersama Pilar-Pilar Sosial, Jalan Tengku Chik Kuta Karang Nomor 8, Kuta Alam, Banda Aceh.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi koordinator melalui nomor kontak yang telah disediakan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam pengelolaan wakaf ini agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Pentingnya Dukungan Spiritual Pascabencana
Bagi masyarakat Aceh yang dikenal religius, keberadaan Al-Qur’an dan buku Iqra’ memiliki makna yang sangat penting. Di tengah kondisi sulit pascabanjir, aktivitas ibadah dan pembelajaran agama menjadi sumber ketenangan dan kekuatan batin.
Dinas Sosial Aceh menilai bahwa dukungan spiritual merupakan bagian integral dari pemulihan pascabencana. Dengan terpenuhinya kebutuhan ini, masyarakat diharapkan dapat bangkit secara perlahan dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan semangat baru.
Solidaritas yang Terus Diperkuat
Program wakaf Al-Qur’an dan Iqra’ ini juga menjadi contoh nyata bagaimana solidaritas sosial dapat diwujudkan melalui langkah konkret. Pemerintah, relawan, dan masyarakat bergerak bersama untuk membantu sesama, tanpa memandang latar belakang.
Ke depan, Dinas Sosial Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana. Tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga pada fase pemulihan jangka menengah dan panjang.
Kesimpulan
Penyaluran wakaf Al-Qur’an dan buku Iqra’ oleh Dinas Sosial Aceh kepada korban banjir Pidie Jaya menjadi langkah penting dalam mendukung pemulihan spiritual masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, TKSK, dan masyarakat, bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi korban bencana.
Masih dibukanya donasi dan wakaf menjadi kesempatan bagi masyarakat luas untuk turut berkontribusi. Melalui kepedulian bersama, pemulihan pascabencana di Aceh diharapkan dapat berjalan lebih cepat, menyeluruh, dan bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga : Temuan Mi Kuning Berformalin di Jakarta Selatan, Pemkot Perketat Pengawasan Pangan
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : petanimal

